PASIR PANGARAIAN-Warga di Desa Tanjung Medan Kecamatan Tambusai Utara, Rabu (2/7/2014) pukul 23.00 Wib, mendadak geger setelah terdengar teriakan dan jeritan kesakitan dari sekitar lingkungan mereka. Sejumlah warga yang akan istirahat terbangun dan mendatangi sebuah toko CD musik di desa itu.
Saat dilihat, ternyata telah terjadi pengeroyokan yang dilakukan P (18), pemilik toko bersama enam temannya, terhadap Medi (26), yang juga paman kandung P. Bahkan teriakan minta tolong Medi tidak membuat P dan teman-temannya berhenti menganiayanya dengan kayu dan benda keras lainnya.
Naas, setelah beberapa menit diaya P dan rekan-rekannya, Medi tewas bersimbah darah, dengan kepala remuk. Langsung saja, keponakannya P dan teman-temannya berhamburan melarikan diri.
Informasi Kapolsek Tambusai Utara AKP Dasmaliki, dirinya membenarkan adanya pengeroyokan yang berujung tewasnya Medi, yang dianaya keponankannya sendiri bersama rekan-rekannya.
"Seorang terduga pelaku sudah kita amankan untuk penyelidikan lebih lanjut," terang AKP Dasmaliki, saat dikonfirmasi, Kamis (3/7/2014).
Diceritakan Dasmaliki, pengeroyokan Medi, awalnya dipicu perselisihan antar keluarga. Meski punya ikatan darah, namun pelaku dan korban sering terlibat pertengkaran. Malahan korban sudah beberapa kali melontarkan ancaman ke pelaku.
"Pada malam naas tersebut, korban Medi, mendatangi toko milik pelaku P, setelah paginya terjadi perselisihan antara keduanya. Hanya saja kini belum jelas awalnya, sehingga terjadi pengeroyokan (malam) tersebut,"terang Dasmaliki lagi.
Namun guna keperluan penyelidikan, menurut Kapolsek Tambusai Utara, selain mengamankan P, polisi juga sudah memeriksa tiga saksi yang melihat peristiwa berdarah tersebut. Sejumlah barang bukti, seperti kayu dan benda tumpul yang digunakan menghabisi korban juga turut diamankan.
Penulis : Feri Hendrawan
Editor : Yusni Fatimah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar