Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Riau, Tarmizi Tohor menambahkan, pihaknya akan melaporkan hasil pantauan hilal itu kepada Kementerian Agama pusat. "Nantinya kewenangan menentukan awal puasa adalah Kementerian Agama melalui sidang isbat," tukasnya.
Ia juga menegaskan, jika seluruh Tim rukyah di seluruh daerah tak bisa melihat hilal, maka Kementerian Agama pusat, pasti akan mengunakan istikmal dengan cara menggenapkan bulan Syaban menjadi 30 hari.
"Hilal tidak berhasil kami lihat. Berdasarkan perhitungan masih kurang dari satu derajat di bawah ufuk, karena berdasarkan jam 18.21 Wib tidak terlihat artinya besok pagi belum jatuhnya 1 Ramadhan," kata Tarmizi Tohor.
Sementara itu, Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Syariah Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Drs H Asmuni MA menjelaskan penentual hilal tersebut berdasarkan teori perhitungan (hisab), saat matahari terbenam di Pekanbaru pada pukul 18.21Wib pada tanggal 27 Juni 2014 tersebut, kondisi ketinggian hilal adalah 0 aderajat 10 menit 10 detik (0 10 10) di atas ufuk, yang berarti ketinggian hilal masih di bawah 2 derajat di atas ufuk.
"Kalau menurut pemerintah posisi bulan di bawah 2 derajat itu belum masuk 1 Ramadan 1435 H," ungkapnya.
Sebab, lanjut Asmuni, kondisi bulan di bawah 2 derajat itu belum memenuhi kriteria imkanurrukyat (Mabims) yang disepakati pemerintah dalam menentukan masuknya bulan baru.
"Kalau posisi bulan di bawah 2 derajat secara ilmiah tidak mungkin untuk bisa di rukyat atau dilihat, dengan demikian menurut kriteria imkanurrukyat 1 Ramadan 1435 H bertepatan pada hari Minggu, 29 Juni 2014 M. Sebab, kalau posisi bulan di bawah 2 derajat tersebut, dimungkinkan bulan Syaban dijadikan 30 hari," tukasnya.
Tetapi kepastian penetapan awal bulan Ramadan atau bulan puasa 1435 H, kata Asmuni, tetap menunggu keputusan pemerintah dalam hal ini yang diumumkan secara resmi oleh Menteri Agama.
Dia pun berharap masyarakat tidak bertentangan dengan hasil keputusan itu nantinya, dan menghormati setiap perbedaan pendapat. "Sebab kita ketahui Muhammadiyah sudah memutuskan awal Ramadan pada Sabtu, 28 Juni 2014 ini, dan kita harus menghormati keputusan tersebut," ujarnya.
Penulis : Debsy Septiani
Editor : Unik Susanti - See more at: http://www.halloriau.com/read-otonomi-48921-2014-06-27-tim-rukyat-kemenag-riau-gagal-lihat-hilal.html#sthash.tmeeYUUC.dpuf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar